RASA



Setiap manusia pasti memiliki rasa yang tak terung kap
Dari sudut hati terdalam, mereka memiliki sebuah kata yang ingin mereka keluarkan tanpa harus mereka bicara.
Sama sepertinya denganku.
Kata ini semua terpendam dan tak mampu ku ucap secara lisan.
Saat kau di sini suasana berubah, kilatan mata tajammu berhasil menusuk relung hati terdalam  dan memaksaku untuk membuka pintu yang sudah ku kunci dan entah di mana ku simpan kunci itu.
Hingga pada akhirnya entah sadar atau tidak pintu itu terbuka, hanya untukmu.
Dalam setiap langkah yang kau lalui aku berusaha ada di sekitarmu, semua yang kau anggap kebetulan itu bukan sebuah kebetulan. Entah bagaimana caranya aku yang menentukan kebetulan itu, dibantu semesta tentunya.
Tapi kembali lagi semesta mempermainkanku, membuatku jatuh ke lubang yang sama , menuntunku ke jurang yang tak bertepi.
Apa rasaku tak cukup kuat untuk menggoyahkan hatimu?
Atau karena sudah ada yang mencuri hatimu?
Entahlah. . .
Yang aku tau aku disini diam untuk kembali merenungkan setiap langkah yang sengaja ku buat untuk dirimu. Langkah yang pada akhirnya waktu membuatku sadar bahwa mencintai seseorang yang mencintai kita lebih mudah dari pada menanti seseorang yang kita cintai.
Tapi pada akhirnya kita tidak akan tahu di mana kita meletakkan hati kita bukan?
Aku tahu luka di hati ku tidak akan sembuh, hanya saja seiring berjalannya waktu aku akan terbiasa hidup dengan luka ini, sampai suatu saat nanti jika luka yang sama tertoreh kembali di hati, aku berharap rasanya tidak akan sesakit ini.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "RASA"

Posting Komentar